“Sambatan” Budaya yang Masih Membumi di Kademangan Cangkring

Musim penghujan adalah musim dimana sering terjadinya bencana alam di kota maupun di desa. Seiring intensitas curah hujan yang tinggi di Desa Cangkring mengakibatkan adanya beberapa kejadian alam yakni pohon tumbang, rusaknya tanaman warga, genting rumah warga yang berserakan, dll. Terjadinya berbagai peristiwa tersebut memotivasi warga masyarakat untuk saling bahu membahu gotong royong membantu warga yang kesusahan.

Warga bergotong royong dalam penebangan pohon yang tumbang di dusun Kepuh.

Selain bergotong royong dalam penebangan pohon, warga desa Cangkring juga masih identik dengan “Sambatan“. Sambatan adalah salah satu bentuk gotong royong  dalam mengerjakan sesuatu tanpa mengharapkan imbalan atau lebih singkatnya dikenal dengan “kerja bakti“.

Sambatan Pemugaran RTLH Rumah Bpk SukimIn Dusun Kepuh RT 02/01

Sambatan/kerja bakti/gotong-royong mempunyai banyak manfaat, selain pekerjaan cepat terselesaikan, kedekatan antar warga pun semakin terjalin., toleransi dan sikap saling membantu dapat terbina dengan baik, warga masyarakat pun semakin guyub rukun satu sama lain.

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan