Memboomingkan Kembali Permainan Tradisional

Jamuran, engklek, gobag sodor, dakon, sudah manda adalah contoh beberapa dolanan tradisonal di era 80an. Banyak sekali anak-anak di zaman yang sudah serba modern ini tidak bisa memainkan dolanan/permainan tradisonal tersebut bahkan sekdedar tahu pun tidak. Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional yang jatuh pada tanggal 23 Juli 2019 ini diadakan festival permainan tradisional di berbagai lingkungan sekolah di Desa Cangkring. Festival permainan Tradisional yang kembali diboomingkan ini diharapkan membawa dampak positif agar anak-anak bisa lebih melestarikan permainan tradisonal dan tidak ketergantungan dengan gadget, mengingat gadget lebih banyak memberikan dampak negatif bagi para generasi penerus bangsa. Kunjungan festival permainan pada hari ini Selasa, 23 Juli 2019 dimulai dari TK ASTER , PAUD ANIS MERAH, SD N 1 CANGKRING, dan terakhir SD N 2 CANGKRING. Tim pemantau dari Kecamatan Jatiroto pun turut hadir yakni Bpk. Miran (Kasi Tapem), Bpk Gunawan (Polsek Jatiroto), Ibu Siti  Salamah (Pengawas TK/SD) untuk memantau jalannya festival, didampingi oleh perwakilan perangkat desa&anggota PKK Desa Cangkring

Dolanan Jamuran di TK ASTER Cangkring

 Dolanan Engklek di PAUD ANIS MERAH Cangkring

Anak-anak SD Negeri 1 Cangkring sedang bermain permainan tradisional secara serentak dipantau oleh Tim Kecamatan

Siswa-Siswi SD Negeri 2 Cangkring tengah asyik bermain bakiyak dan hulahoop  ditemani Bapak dan Ibu Tim Tingkat Kecamatan

Kegiatan memboomingkan kembali dolanan/permainan tradisional kali ini sangat semarak. Anak-anak begitu antusias dalam memainkan dolanan yang ingin dicoba yakni seperti bakiyak, holahoop, dakon, sudah manda, dan lain sebagainya. Dolanan tradisional selain hemat dari segi financial tentunya juga mempunyai manfaat yang baik, contoh permainan bakiyak bermanfaat menjalin kekompakan satu tim sehingga anak-anak tau apa arti berkelompok dengan kompak. Kemudian permainan dakon yang bermanfaat melatih kemampuan berhitung, permainan engklek yang melatih ketangkasan, dan lain sebagainya.

Acara dolanan tradisional ini ditutup dengan pemberian hadiah kecil dari Tim Kecamatan kepada anak-anak yang bisa menjawab pertanyaaan seputar negara Indonesia yang dilontarkan dari Bapak/Ibu Tim Kecamatan. Pemberian hadiah kecil yang berupa alat tulis membuat para siswa SD N 2 Cangkring bersemangat berlomba untuk menjawab pertanyaan. Dapat ditarik kesimpulan bahwa di era sekarang ini rewards sangat diperlukan untuk merangsang kemampuan belajar anak agar lebih baik lagi dalam berprestasi, karena anak-anak zaman sekarang lebih kritis daripada anak-anak zaman dulu. Selain itu kegiatan melestarikan entah itu permainan/dolanan tradisional ataupun tarian dan lagu juga sangatlah penting agar para generasi penerus bangsa tidak melupakan seni budaya tanah air tercinta Indonesia.

Karena Anak Hebat Adalah Kunci Besarnya Sebuah Bangsa. Jadilah Generasi Penerus Bangsa yang Hebat dan Bermartabat!!!

Selamat Hari Anak Nasional 2019

 

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan