Belajar Jurnalistik dan Pengelolaan Website Desa Se Kecamatan Jatiroto Kabupaten Wonogiri

Kamis, 07 November 2019 diadakan pelatihan jurnalistik dan kelola konten website desa oleh TPID Kecamatan Jatiroto dan perwakilan perangkat desa/ operator SID (Sistem Informasi Desa)  se kecamatan Jatiroto di PT Aksara Solopos Surakarta. Acara dimulai pukul 08.30 sampai 15.30. Pelatihan ini diadakan bertujuan agar perangkat desa/operator SID bertambah wawasan mengenai tata cara mengelola website dan penulisan berita yang baik dan benar sehingga bisa lebih dinikmati oleh para pembaca. Operator SID dari ke 13 Desa yang berjumlah  26 orang mengikuti pelatihan ini sangat antusias dalam menyimak materi dari pembicara sekaligus Managing Editor Solopos Digital Media, Rini Yustiningsih.

Rini memberikan materi mengenai seluk-beluk media online, SEO, dan analytic. Media online sendiri adalah sarana penyampaian informsi secara audio maupun visual, contohnya di era modern sekarang adalah WA, Line, IG, FB, Youtube, dll. Kemudian SEO adalah Search Engine Optimation yang artinya bagaimana menempatkan artikel di halaman pertama mesin pencari. Penggunaan kata kunci yang diulang juga mempengaruhi SEO. Dalam menyampaikan materi Rini selalu menyisipkan intermezzo dan canda tawa sehingga peserta semakin semangat dalam mengikuti pelatihan.

Pembicara kedua Danang Nur Ihsan memaparkan mengenai bagaimana menulis berita. Bawasannya menulis berita dibutuhkan beberapa hal penunjang lainnya, yakni penggalian informasi/reportase hingga publish/penayangan. “Mengawali itu memang sulit,” kata Danang. Dalam penulisan berita memang ide/kalimat awal terkadang sulit, tetapi bila sudah sampai kalimat ketiga dan seterusnya akan mengalir dengan sendirinya. Penambahan unsur 5 W (What, Who, Where, Why, When) 1 H (How)  juga tak kalah penting, agar pembaca bisa mengetahui informasi secara valid dan detail. Selain tata cara penulisan tersebut, penambahan materi berita yang disukai pembaca adalah yang bersifat unik, aneh, tak lazim.

Penyampain materi terakhir dari Rini, yakni mengenai pembuatan konten video. Generasi Milenial seperti era sekarang tentunya sudah banyak sekali orang yang lincah dalam penggunaan gadget terutama smartphone. Salah satu fungsi Smarthone sendiri selain untuk komunikasi, intrnet, swafoto, adalah pembuatan video. “Banyak sekali yang sudah lincah dalam pembuatan video tentunya di era milenial ini, tapi belum tentu lihai dalam mengeditnya” kata Rini. Rini menjelaskan bagaimana teknik dalam pembuatan dan pengeditan video yang baik dan benar. Diantaranya proses rekam yang mengindari shaking dan zoom. Kemudian teknik pengambilam gambar berdasarkan sudut pengambilan, dan berdasrkan ukuran objek. Pemaparan pengeditan video oleh Rini menggunakan Kine Master. Proses pertama dari penambahan file, musik, audio rekaman, text, dijelaskan secara gamblang. Selanjutnya peserta pelatihan diberi tugas untuk evaluasi yakni penulisan berita dengan teknik yang benar dan pembuatan video. Pukul 15.00 evaluasi dari tugas peserta yang dibagi menjadi 6 kelompok. “Keseluruhan kelompok pada dasarnya ide penulisan berita dan unsur 5 W 1 H sudah dapat, namun kurang tepat dalam pembuatan dan penempatan kata, “ujar Rini. Evaluasi pembuatan video dijelaskan Rini yakni kurangnya pencahayaan, background yang kurang bagus, dan audio yang kecil. Dari semua evaluasi yang didapatkan pada hari ini sangat menambah wawasan peserta pelatihan mengenai sistem informasi desa. Semoga nantinya para operator SID lebih handal dalam membuat berita dan mengelola website desa, sehingga bisa lebih memajukan desanya masing-masing.

 

Facebook Comments

Tinggalkan Balasan