Pelatihan Pemulasaraan Jenazah Dalam Rangka Kegiatan Desa Siaga Sehat Desa Cangkring

Dalam rangka menggerakkan kegiatan Desa Siaga Sehat, pada hari Rabu, 11 November 2020 diadakan Pelatihan Pemulasaraan Jenazah di Balai Desa Cangkring. Acara diikuti oleh seluruh ta’mir masjid/mushola se Desa Cangkring serta 1 orang perwakilan tokoh agama perempuan dari masing-masing mushola. Kegiatan dimulai pukul 09.00 dibuka oleh Kepala UPT Puskesmas Jatiroto Dr. Agung Wiransyah.

                                                             Sambutan Oleh Kepala UPT Puskesmas Jatiroto

Dr. Agung menjelaskan pentingnya pelatihan pemulasaraan di tiap masjid/mushola supaya ketika ada kematian tidak perlu menunggu petugas dari Desa (Mbah Modin). Dr. Agung juga menambahkan secara medis mengenai bahan / alat apa saja yang harus digunakan dalam pemulasraan jenazah yakni :

  1. Bayclin 2,5 ltr/ Kaporit 200 gram
  2. Penutup Kepala
  3. Apron/Jas Hujan
  4. Sepatu Boot
  5. Latex/Sarung Tangan
  6. Kaca Mata Medis
  7. Ember Besar

Semua peralatan tersebut sudah disiapkan oleh Desa yang nantinya setiap masjid/mushola mendapatkan 1 paket perlengkapan tersebut. Setelah arahan dari Dr. Agung dilanjutkan dengan sambutan dan praktik langsung dipandu oleh Bp. Rosyid dan Bp. Habib dari KUA Jatiroto. Beliau menegaskan mengenai sisi keagamaan dalam tata cara memandikan sampai mengkafani jenazah. Bahwa jenazah harus benar benar bersih sebelum dikafani, termasuk potong kuku/membersihkan hidung yang sering kali lalai dilaksanakan.

                                                                                      Praktik Memandikan Jenazah

 

                                                                   Praktik Mengkafani Jenazah

Para peserta pelatihan sangat antusias dalam mengikuti praktik. Dengan adanya pelatihan ini diharapkan nantinya setiap masjid/mushola di Desa Cangkring bisa mandiri bila ada kematian di lingkungan setempat. Tentunya dengan sangat menerapkan protokol kesehatan agar kita semua tetap sehat dan jauh terhindar dari Covid-19.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan