Tradisi Malam Selikuran di Bulan Ramadan

Budaya memeringati malam ke 21 di bulan Ramadan atau kerap disapa dengan “malem selikuran” sudah diuri diuri sejak dahulu kala khususnya di Jawa Tengah. Di desa Cangkring sendiri malem selikuran diadakan di kediaman bapak kadus masing-masing. Terdiri dari 4 Dusun di desa Cangkring yakni : Kepuh, Cangkring, Cerme, Dungkambil. Malem selikuran dilaksanakan menjelang buka puasa dengan membawa nasi lauk pauk dari rumah maisng-masing untuk kemudian ditukarkan dengan warga lain di kediaman Kepala Dusun masing-masing. Acara yang berlangsung di malam ke 21 di bulan Ramadan ini sudah berlangsung turun temurun dari jaman lampau. Mengingat di bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah dan ampunan maka dari itu semangat warga untuk berkumpul menjalin silaturahim dengan warga lain pun sangat terlihat di dalam euforia malem selikuran ini.

Sebelum ditukarkan dengan warga lain, para warga yang menghadiri malem selikuran melaksanakan buka bersama terlebuh dahulu. Acara ini dihadiri oleh bapak-bapak saja, berkumpul sambil menjalin silaturahim dengan warga lainnya. Semoga budaya malem selikuran ini selalu lestari ke depannya, sehingga kerukunan dan kebahagiaan antar warga tetap terjalin selamanya.

Jadi yang Pertama Berkomentar

Tinggalkan Balasan